Wednesday, April 2, 2014

Keunggulan Pengobatan Tradisional


artikel populer

Di era globalisasi, orang sudah terbiasa oleh kecanggihan yang tersedia di dunia ini, tidak terkecuali di bidang pengobatan. Dari situlah lahir rumah sakit dan para dokter yang memiliki kemampuan terbaik. Di Indonesia, pengobatan melalui cara tradisional juga memiliki peranan sederajat dengan pengobatan melalui cara kedokteran. Sudah banyak bukti pengobatan tradisional seperti pengobatan alternatif, pengobatan patah tulang, dan sebagainya sudah mulai menjamur di seluruh Indonesia. Namun, sedikit masyarakat yang mengetahui benar akan tanaman obat yang biasa di gunakan dalam pengobatan tersebut sebagai pengganti obat kimia.

Tanaman obat berasal dari alam sehingga pengobatan secara tradisional lebih efisien dan murah di bandingkan denganpengobatan secara kedokteran yang biayanya semakin hari semakin tinggi. Bedanya pengobatan secara kedokteran membayar banyak hal seperti, pendaftaran berobat di rumah sakit, upah konsultasi dokter, biaya obat yang tentunya terhitung mahal, dan lainnya sesuai yang dibutuhkan saat pengobatan. Oleh karena itu, harus pintar membudidayakan sumber daya alam ada di sekitar. Sehingga SDA tersebut dapat dipergunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, karena Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam berlimpah khususnya dalam tanaman obat.

Seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang tanaman obat, diketahui banyak tanaman berkhasiat, salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah dandang gendis. Tanaman pagar ini memang tidak begitu popular dibandingkan dengan jenis tanaman obat lainnya. Namun, beberapa penelitian justru menggungkap bahwa tanaman dandang gendis sebagai tanaman obat yang pontensial menormalkan kadar gula darah. Dandang Gendis juga sering disebut tanaman ‘Ki tajam’. Orang sering menyingkat tanaman ini dengan sembutan gendis. Gendis bernama latin Clinacanthus Nutans Lindau, tumbuh di tempat yang cukup sinar seprti daerah tropis.

Khaisat tanaman dandang gendis sangat ampuh jika digunakan untuk pencegahan, karena pada dasarnya pencegahan lebih baik dibandingkan mengobati. Tanaman ini biasa digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit yang berkaitan dengan saluran ekskreasi pada manusia. Ada juga tanaman lain yang dapat mengobati penyakit saluran ekskresi seperti, daun sirih, daun jambu, dan sebaginya. Cara pengolahan berbagai tanaman juga dapat dilakukan di rumah tanpa harus bantuan mesin besar. Rebus, keringkan, ekstrak, dan cara lainnya dapat dilakukan untuk mengolah tanaman tersebut menjadi obat minum.

 Dari situlah dapat diketehaui bahwa banyak tanaman obat dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan obat karena banyaknya khasiat tersimpan di dalamnya.  Efek samping dari pengobatan dapat diminimaliskan dengan menggunakan tanaman obat di bandingkan obat kimia berdosis tinggi. Selain mengobati, masyarakat juga dapat menjadikan tanaman obat sebagai sumber perekonomian, karena mudahnya proses pengolahan dan dijadikan sebuah produk kemasan tanpa kimia. Kita juga dapat mempertahankan kebudayaan nenek moyang kita terdahulu dan khususnya dapat memanfaatkan dan melestarikan secara optimal kekayaan alam negeri kita. Hanya tinggalah masyarakat yang pintar memilih alami atau kimia. 


oleh 
Adinda Pradista Cyntia
12120210219

Apakah Manfaat Madu bagi Kesehatan Tubuh Kita?



Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan pemanis alami yang satu ini, madu. Mengambil kutipan dari Wikipedia, madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis yang terdapat pada madu berasal dari monosakarida fruktosa dan glukosa yang terkandung didalamnya. Kandungan kedua unsur ini mencapai 60%, lho! Sehingga tidak heran jika rasa manis yang dihasilkan setara dengan rasa gula.

Meskipun kandungan gula yang cukup tinggi, madu tetap digemari oleh banyak orang karena manfaat yang dimilikinya. Selain untuk pelengkap kuliner, si manis yang satu ini juga memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaat madu untuk tubuh kita? Berikut adalah beberapa manfaat dari madu:

1. Mengobati batuk di malam hari. Penelitian yang dilakukan Dr. Herman Avner Cohen kepada 300 anak balita yang sedang batuk membuktikan bahwa madu bermanfaat untuk mengatasi batuk pada malam hari.
2. Membantu sistem pencernaan. Dengan mengonsumsi madu dapat meningkatkan mikroflora yang terdapat di usus kita. Mikroflora inilah yang akan berperan untuk memperlancar sistem pencernaan dalam tubuh.
3. Mencegah penyakit jantung dan kanker. Kandungan polifenol pada madu dapat membantu  melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sehingga berpengaruh pada kesehatan jantung dan mencegah kanker.
4. Mengobati luka. Madu memiliki osmolaritas yang terbukti mampu mengurangi peradangan dan membuat luka menjadi lebih cepat kering.

5. Mengobati jerawat. Berdasarkan penelitian, jenis madu Manuka dan Kanuka terbukti efektif untuk mengobati acne vulgaris. Yaitu kondisi kulit yang disebabkan oleh peradangan dan infeksi pada folikel bagian wajah, punggung dan dada.


Masih banyak lagi manfaat madu bagi kesehatan tubuh kita. Kelima hal di atas hanyalah sebagian kecil dari manfaat yang ada. Namun tetap harus diperhatikan banyaknya madu yang dikonsumsi. Seperti pepatah yang berbunyi “semua yang berlebih itu tidak baik”, begitu pula dengan madu. Apabila dikonsumsi secara berlebih maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes. Maka dari itu, tetap kontrol jumlah madu yang Anda konsumsi sekali pun itu untuk pengobatan.


Oleh: Christina Indah Novianti/12120210221


Tuesday, April 1, 2014

Pengejaan Bahasa Indonesia yang Salah dan Pembenarannya





1. "Chek Fhisik" seharusnya dituliskan "Cek Fisik" sesuai bahasa Indonesia yang benar. Karena tulisan  "Chek Fhisik" apabila dikatikan dengan bahasa inggris juga merupakan pengejaan bahasa inggris yang salah.


2. Peletakan susunan kalimatnya salah, seharusanya dituliskan "Anak-anak dilarang mandi di kolam"

3. "Cervice" seharusnya ditulis "Servis". Apabila dikaitkan dengan ejaan bahasa inggris yang benar pun salah, seharusnya "service".

4. "Talifon" seharusnya ditulis "Telepon"


5. Kesalahan pertama terletak pada jeda spasi diantara garis miring yang seharusnya di dalam penggunan tanda garis miring tidak perlu diikuti spasi di depan maupun di belakang. Kesalah kedua terletak pada bahasa Indonesia dari "Cash" yang seharusnya "Kas", karena kata berikutnya "Kredit" menggunakan bahasa Indonesia. 

6. "Apotik" seharusnya ditulis  "Apotek"


7. "Bis" seharusnya ditulis "Bus"

8. Kesalahan pertama terdapat di penulisan nama gelar yang seharusnya tanda titik diletakan di belakang S, sehingga yang benar menjadi " Ny. Arjanti S.". Kesalahan kedua terletak pada tanda titik yang hilang pada jam 20 00 yang seharusnya menjadi 20.00



9. Di dalam penulisan mata uang seharusnya yang benar adalah "Rp50.000,00", bukan "Rp.50.000"

10. Antara kata "di" dan "jual" seharusnya disambung, tidak menggunakan spasi

11. Di dalam tanda kurung, semestinya tidak lagi memerlukan spasi seperti yang terlihat di foto. 

12. Seharusnya "Indonisia" ditulis "Indonesia". Isi dari paragraf tersebut selain judul, seharusnya tidak perlu menggunakan huruf besar di setiap awalan kata. "Supurti" seharusnya "Seperti". Antara "Beras" dan "Kangkung" menggunakan tanda koma. "Kang kung" seharusnya tidak memiliki jeda dan ditulis " Kangkung". Antara "Kangkung" dan "Bayam" seharusnya diletakan tanda koma, begitu juga setelah kata "Bayam". "Dam" seharusnya ditulis "dan". "Lain Nya" seharusnya "lainnya"

13. "Silah kan" seharusnya tidak memiliki jeda menjadi "Silahkan"

14. "Di tutup" seharusnya tidak memiliki jeda menjadi "Ditutup"



15. "Juwal Materiyal" seharusnya ditulis " Jual Material"
  

Oleh: Anastasia Tjahjadi/12120210388

----------0----------

16. "Extra" seharusnya ditulis "Ekstra"


17. "Rendam Kembang Tahu Ke dalam air panas" seharusnya ditulis "Rendam kembang tahu ke dalam air panas"


18. "Setelah Lunak" seharusnya ditulis "Setelah lunak"



19. "yang di inginkan." seharusnya ditulis "yang diinginkan."


20. "PT. Gunung Slamat" seharusnya ditulis "PT Gunung Slamat"



21. "JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK !" seharusnya ditulis "JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK!"


22. "Rasa Chocolate"  seharusnya ditulis "Rasa Cokelat"



23. "3X Makan Besar, 3X Makan Kecil"  seharusnya ditulis "3 Kali Makan Besar, 3 Kali Makan Kecil"



24 "UNIK SETYAWATI, SH"  seharusnya ditulis "UNIK SETYAWATI, S.H."


25. Penulisan gelar Dr. padahal yang dimaksudkan adalah dokter bukan doktor
"Dr. WENY TJIALI, Dr. JOEL JUANDA TJONG, Dr. Lenny Indrayani, Dr. ANDREAS LIANDO, Dr. ANITA TASIK"  seharusnya ditulis "dr. WENY TJIALI, dr. JOEL JUANDA TJONG, dr. Lenny Indrayani, dr. ANDREAS LIANDO, dr. ANITA TASIK"


26. "TELPON" seharusnya ditulis "TELEPON atau TELP."


27. "REFLEXYOLOGI" seharusnya ditulis "REFLEKSIOLOGI"


28. "HUB :" seharusnya ditulis "HUB."


29. "Rp. 7.000 / KG" seharusnya ditulis "Rp7.000,00 per kg"


30. "Jum’at" seharusnya ditulis "Jumat"




Oleh: Christina Indah N/12120210221

----------0----------
 
 
 
31. "SE" seharusnya ditulis "S.E"


32. "pada tanggal 10 ...." seharusnya ditulis "pada 10 ...."


33. "mempertanyakan" seharusnya ditulis "memertanyakan"


34. "Jl. Besi Raya Kav. No. 1 Perumnas II Tangerang" seharusnya ditulis "Jl. Besi Raya Kav. No. 1, Perumnas II Tangerang"

35. "( sewaktu - waktu )." seharusnya ditulis "(sewaktu-waktu)."


36. "Ki tajam" seharusnya ditulis " 'Ki Tajam' "

37. "SpOG" seharusnya ditulis "Sp.OG"

38. "Hal 11" seharusnya ditulis "hlm. 11"


39. "JAM" seharusnya ditulis "Pukul"


40. "Rp 5000,-" seharusnya ditulis "Rp5.000,00"


41. "Dollar" seharusnya ditulis "Dolar"


42. "DI JUAL" seharusnya ditulis "DIJUAL"


43. "PRAKTEK" seharusnya ditulis "PRAKTIK"

44. "Kepada: Yth." seharusnya ditulis "Yth."


45. "charge" seharusnya ditulis "charge"


 46. "PT." seharusnya ditulis "PT"

Oleh: Adinda Pradista Cyntia/12120210219

----------0----------
 
47. Seharusnya setiap kata tidak perlu diawali dengan huruf kapital, hanya kata pertama dan nama restoran saja. Contohnya : Nikmati sensasi berbagai rasa masakan hanya di Eka Jaya Restaurant.

48. Kata “pengawat” seharusnya menjadi “pengawet”

49. Telephone seharusnya menjadi telepon.

50. RP. 150.000,- seharusnya menjadi Rp 150.000,00
51. Berlaku untuk jam ke 3, ke 4 dan seterusnya menjadi Berlaku untuk jam ke-3, ke-4, dan seterusnya
52. Pada bagian terakhir, kalimat akan lebih efektif apabila : Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

53. property seharusnya menjadi properti.
54. kata ‘peluang’ seharusnya tidak menggunakan huruf kapital.
55. antara kata properti dengan baik sebaiknya diberi tanda koma
56. kata ‘kantor’ seharusnya tidak menggunakan huruf kapital.
57. kata ‘bergabung menjadi’ akan lebih efektif bila diubah menjadi bergabung dengan

58. antara kata ‘ arisan’ dan ‘company gathering’ diberi tanda koma
59. antara kata ‘gathering’ dan ‘dan’ diberi pula tanda koma

60. Seharusnya bila keseluruhan kalimat menggunakan huruf kapital, maka seluruhnya haruslah menggunakan huruf kapital. Contoh: SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU
61. Setelah kata ‘PT’ seharusnya tidak diberi titik

62. kata ‘exclusive’ seharusnya menjadi ‘eksklusif’

63. ‘dikantor’ seharusnya dipisah menjadi ‘di kantor’.

64. Setelah kata aman seharusnya diberi tanda koma.

 
 
 
 Xaviera Clara / 12120210143
-------------------------------------------------------------------

65. "Catatatan" seharusnya "catatan"

66. "Pesinden" seharusnya "Presiden".

67. "Geratis" seharusnya "gratis".

68. Kesalahan pada nama presiden, seharusnya "Susilo" dan "Yudhoyono".

69. "busa" seharusnya "bisa".

70. "doubek" seharusnya "double".

71. "membaut" seharusnya adalah "membuat".

72. "wibsite" seharusnya adalah "website".

73. "Pararel" seharusnya adalah "Paralel".

74. Kesalahan pada kata "6 (tiga) bulan", yang seharusnya adalah "6 (enam) bulan".

75. "Kaskus" seharusnya adalah "Kasus".

76. "Kontol panel" seharusnya adalah "Kontrol panel".

77. Kesalahan pada nama Negara "Asutralia", seharusnya adalah "Australia".

78. "Sungles" seharusnya adalah "Sunglasses".

79. "Juwal Materiyal" seharusnya adalah "Jual Material".


Monica / 12120210145
------------------------------------------------------



80. “Buwang” seharusnya ditulis “Buang”




81. "Excekutif" seharusnya ditulis "Executive"



82. "Revarasi" seharusnya ditulis "Reparasi"


83. "Parkir Geratis" seharusnya ditulis "Parkir Gratis"
"Trims" seharusnya ditulis "Terima Kasih"



84. "Radiasia" seharusnya ditulis "Radiasi"



85. "Orang Pintas" seharusnya ditulis "Orang Pintar"



86. “Buah-Buahan” seharusnya ditulis “Buah”,



87. "Di beli" seharusnya tidak memiliki jeda menjadi "Dibeli"



88. "Sapety Belt" seharusnya tidak memiliki jeda menjadi "Safety Belt"



89. "Fly. Oper" seharusnya ditulis "Fly Over" tidak memakai tanda titik setelah kata fly



90. "Ma’af" seharusnya ditulis "Maaf" tidak memakai tanda kutip



91. "Tertip" seharusnya ditulis "Tertib"

92. "Poucer" seharusnya ditulis "Voucher"


93. "Elextrix" seharusnya ditulis "Elektrik"


94. "Kangker" seharusnya ditulis "Kanker"


95. “Buah-Buahan” seharusnya ditulis “Buah”


96. “Dikontol” seharusnya ditulis “Dikontrol”

97. "Jadual" seharusnya ditulis "Jadwal"


98. "JUALAN LARANG MASUK" seharusnya ditulis "PEDAGANG DILARANG MASUK"


99. "KELINIK" seharusnya ditulis "KLINIK"


100. "DIBATAM" seharusnya ditulis "DI BATAM"


Oleh: Kevi Tirzania/12120210389

----------0----------